foto : Pelaku bersama barang bukti
Di tengah malam yang sunyi di Bandar Baru Kecamatan Sibolangit tepatnya di salah sati Bungalow, empat pria nekat beraksi ala film action. Mereka bukan polisi, tapi gayanya lebih galak dari polisi beneran! Dengan modal mobil Avanza putih dan motor Yamaha Aerox, mereka berlagak layaknya aparat hukum, padahal ujung-ujungnya cuma mau merampok!
Korban, Revi Rinaldo dan Ahmad Ramadan, yang lagi nginep buat istirahat sebelum perjalanan ke Berastagi, malah dapet ‘kejutan tengah malam’. Sekitar pukul 02.00 WIB, Revi keluar sebentar buat ambil baju di mobil. Eh, belum sempat pegang baju, tiba-tiba BRUK! Seorang pria misterius langsung narik dia dan seret ke pos jaga hotel. Nggak cukup di situ, tiga temannya muncul dengan mobil, turun gaya gangster, dan langsung ‘bagi-bagi pukulan’ ke wajah dan dada Revi.
Temannya yang denger ribut-ribut coba keluar buat nolong. Tapi malang tak dapat ditolak, pisau tajam sudah menanti! Sikat sana, pukul sini, sampai dua-duanya babak belur. Belum cukup dianiaya, mereka dimasukin ke mobil dan diculik ke Perkemahan Pramuka Sibolangit. (Yaelah, bawa-bawa tempat pramuka segala, mungkin biar sekalian dapat pelajaran bertahan hidup di hutan?)
Di sanalah drama pemerasan dimulai. Uang di dompet Revi yang cuma Rp 190 ribu langsung disikat. Lalu, keluar pertanyaan sakti: "Mau ke kantor polisi atau mau damai?"
Revi dan temannya yang jelas nggak punya uang sebanyak itu dipaksa buat nelepon keluarga. Dengan ancaman pisau di leher, akhirnya keluarga kirim Rp 3 juta lewat Brimo ke akun DANA salah satu pelaku. Teman Revi juga dipaksa hal yang sama, dan keluarganya kirim Rp 1 juta. Setelah dompet korban ‘diet drastis’, pelaku masih kurang puas! Mereka ambil HP korban, lalu dengan santainya menurunkan mereka di pinggir jalan seperti barang COD gagal kirim.
Untungnya, kejadian ini nggak berakhir sia-sia. Polisi beneran bergerak cepat! Dari hasil penyelidikan, tiga pelaku berhasil diciduk: Roy Bangun, Saut Gurusinga, dan Hendri Sitepu. Sementara satu lagi, inisial AS, masih dalam pencarian. Jadi AS, kalau lagi baca ini, mending nyerah aja deh, bro!
Moral dari kisah ini? Kalau ada yang ngaku-ngaku polisi terus main ancam-ancam, jangan panik! Pastikan dulu identitasnya, dan kalau merasa ada yang aneh, langsung cari bantuan. Yang jelas, hati-hati kalau tengah malam di tempat sepi—bukan cuma hantu yang harus ditakutin, polisi gadungan juga ada!
Kapolsek Pancur Batu, Kompol H. Djanuarsa, mengungkapkan bahwa para pelaku memang sudah merencanakan aksi ini dengan matang. Mereka mengincar korban secara acak, lalu menggunakan modus “polisi dadakan” buat menjebak targetnya.
"Modusnya, mereka ngaku polisi, tuduh korban terlibat narkoba, lalu pakai ancaman supaya korban takut dan mau menyerahkan uang," kata Kompol Djanuarsa.
Setelah korban ketakutan, para pelaku menawarkan dua pilihan ‘sakti’: ikut ke kantor polisi atau ‘damai di tempat’. Nah, di sinilah mereka mulai memeras korban habis-habisan
TAPI... TERNAYATA SKENARIO BERBALIK!
Pelaku yang niatnya nangkap orang malah ketangkep duluan. Polisi beneran gercep, tiga pelaku udah berhasil ditangkap, sementara satu masih buron,tegasnya.**
[Red/Vona T)