ads display

Cinta Berujung Maut : Risma Dibunuh, Jasadnya Dibuang Pelaku Kabur ke Aceh, Ditembak Polisi!

Redaksi
23 Mar 2025 | Maret 23, 2025 WIB Last Updated 2025-03-22T17:36:44Z

Pelaku ditangkap Polisi

INDOKOM NEWS | Harapan seorang wanita untuk menikah dan membangun masa depan bersama berubah menjadi tragedi memilukan. Risma Yunita (31), seorang wanita penuh impian, kehilangan nyawanya di tangan pria yang ia cintai.

Jasadnya ditemukan terbujur kaku di perkebunan tebu, tubuhnya lemah tak berdaya setelah dicekik tanpa ampun. Lebih menyayat hati, ia dibuang begitu saja oleh kekasihnya sendiri, ES (39), seakan nyawanya tak lagi berharga. Namun, pelarian pelaku tak berlangsung lama. Polisi bergerak cepat memburunya hingga ke Aceh Tamiang. Saat mencoba melawan saat penangkapan, polisi terpaksa menembak kakinya.

Asmara yang Berujung Maut

Setahun berkenalan melalui media sosial, R dan ES menjalin hubungan asmara. Risma percaya ES adalah pria yang bisa menjadi pendamping hidupnya. Namun, keinginannya untuk dinikahi justru menjadi awal dari akhir hidupnya.

Tiga hari sebelum kejadian, ES sudah menyusun niat jahat. Saat Risma dengan penuh harapan meminta kepastian, yang ia dapatkan bukanlah cincin pernikahan, melainkan jeratan maut di lehernya. Di dalam kamar kos yang seharusnya menjadi tempatnya beristirahat dengan tenang, Risma meregang nyawa di tangan pria yang ia percayai.

Jasad yang Dibuang dengan Kejam

Tak cukup menghilangkan nyawa Risma, ES pun menyeret tubuhnya yang tak lagi bernyawa ke atas sepeda motor. Ia mengikat tangan Risma ke tubuhnya agar terlihat seperti orang yang masih hidup. Dalam perjalanan menuju perkebunan tebu di Desa Sei Semayang, kaki Risma terseret di sepanjang jalan.

Beberapa warga melihat pemandangan yang tak biasa—seorang wanita lunglai dengan kaki terseret, namun tak ada yang menyangka bahwa ia sudah tak bernyawa. Hingga akhirnya, tubuh Risma ditemukan tergeletak di perkebunan, meninggalkan luka yang tak hanya ada di tubuhnya, tetapi juga di hati keluarga yang menyayanginya.

Barang Bukti Terungkap: Pelaku Tak Hanya Membunuh, Tapi Juga Merampas Harta Korban

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Gidion Arif Setiawan, mengungkapkan bahwa dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang menguatkan dugaan pembunuhan berencana ini.

Di antara barang bukti yang ditemukan adalah perhiasan korban berupa cincin dan anting, satu unit sepeda motor, satu unit helm, dua unit ponsel, serta pakaian milik pelaku dan korban. Semua barang ini diduga hendak dikuasai pelaku setelah menghabisi nyawa Risma Yunita.

"Modus pelaku adalah menjalin hubungan asmara dengan korban, lalu menghilangkan nyawanya demi menguasai barang berharga milik korban, seperti perhiasan dan sepeda motor," jelas Kombes Pol Gidion.

Fakta ini semakin menguatkan bahwa tindakan pelaku tidak hanya bermotif asmara yang kandas, tetapi juga ada niat jahat untuk merampas harta korban. Kini, barang bukti tersebut telah diamankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Tangisan Keluarga yang Tak Terbendung

Saat polisi menemukan jasad Risma, duka pun menyelimuti keluarga. Ibunya tak kuasa menahan air mata, berulang kali memanggil nama anaknya yang tak lagi bisa menjawab. Ayahnya hanya bisa menatap kosong, seolah tak percaya putrinya pergi dengan cara yang begitu tragis.

"Apa salah anak saya? Kenapa dia diperlakukan seperti ini?" ratap sang ibu dalam pelukan kerabat.

Pelaku Ditangkap, Kakinya Ditembak Polisi

Pelarian ES akhirnya berakhir di Aceh Tamiang. Tak butuh waktu 24 jam, polisi berhasil meringkusnya. Namun, saat akan ditangkap, pelaku mencoba melawan dan berusaha kabur. Polisi yang tak ingin kehilangan buruannya, mengambil tindakan tegas dan menembak kakinya.

Dengan luka tembak di kaki, ES akhirnya dibawa kembali ke Medan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kini, ia dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, subsider Pasal 338 dan 365 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau bahkan hukuman mati.

Namun, hukuman apapun tak akan bisa mengembalikan nyawa Risma, tak akan bisa menghapus kesedihan yang kini menyelimuti keluarganya.

Risma pergi dengan cara yang tak seharusnya. Cintanya dikhianati, harapannya direnggut, dan hidupnya berakhir di tangan orang yang seharusnya melindunginya.

Semoga keadilan ditegakkan. Semoga tak ada lagi yang menjadi korban kebengisan cinta yang salah.**

Editor : Vona Tarigan

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Cinta Berujung Maut : Risma Dibunuh, Jasadnya Dibuang Pelaku Kabur ke Aceh, Ditembak Polisi!

Trending Now

Iklan

close